Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

WaraNews.id — Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 sekolah rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia saat kunjungan kerjanya ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin. Peresmian dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru dan diikuti secara daring dari Sekretariat Presiden di Jakarta.

Setibanya di lokasi, Presiden disambut barisan siswa sekolah rakyat yang mengenakan seragam jas almamater merah marun lengkap dengan atribut sekolah. Prabowo bahkan sempat membenahi seragam sejumlah siswa yang terlihat kurang rapi, mulai dari baret hingga posisi dasi.

Didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Luar Negeri Sugiono, Presiden kemudian meninjau fasilitas sekolah yang terdiri atas bangunan tiga lantai bernuansa merah putih. Ia menyusuri ruang kelas dan sarana pendukung kegiatan belajar mengajar.

Di salah satu ruang kelas, Presiden menyaksikan proses pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas X. Kegiatan belajar berlangsung interaktif dengan dukungan fasilitas digital seperti laptop, layar komputer, dan layar pintar. Siswa mengikuti pelajaran melalui pemutaran film animasi serta sesi tanya jawab dengan guru menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris.

Presiden juga mengunjungi perpustakaan sekolah yang dilengkapi Anjungan Baca Digital, terhubung langsung dengan koleksi buku Perpustakaan Nasional. Selain itu, ia melihat langsung penggunaan sistem absensi digital berbasis kamera yang diperagakan oleh siswa.

“Bagus, di zaman saya belum ada,” ujar Presiden menanggapi fasilitas tersebut.

Peninjauan dilanjutkan ke ruang laboratorium. Dalam dialog singkat dengan siswa, Presiden berpesan agar mereka tidak ragu bertanya kepada guru apabila mengalami kesulitan belajar.

Sekolah rakyat tersebut juga dilengkapi mini bank hasil kerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang menyediakan edukasi perbankan dan program bank sampah bagi pelajar.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *