WaraNews.id — Isu tata kelola pertambangan dinilai masih cukup rumit dan kerap sulit dipahami masyarakat. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi media dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mudah dimengerti publik.
Melihat hal tersebut, PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari grup MIND ID, menggelar Media Training Luwu Timur 2026 sebagai upaya mendorong penguatan peran jurnalisme yang konstruktif dan investigatif, khususnya dalam isu pertambangan berkelanjutan.
Kegiatan ini dinilai penting agar publik mendapat gambaran yang utuh tentang praktik pertambangan, termasuk upaya perusahaan dalam menerapkan prinsip Environment, Sustainability, and Governance (ESG).
Head of External Relations PT Vale Blok Sorowako, Yusri Yunus, mengatakan bahwa jurnalisme memiliki peran strategis dalam menjembatani kompleksitas isu pertambangan kepada masyarakat.
“Pemberitaan pertambangan tidak cukup hanya menyoroti masalah. Media juga perlu menyajikan konteks, data, serta menjelaskan upaya perbaikan yang sedang dilakukan agar publik memahami persoalan secara menyeluruh,” ujar Yusri saat membuka Media Training Luwu Timur 2026 di Sorowako, Selasa (27/1/2026).
Media Training ini dilaksanakan bekerja sama dengan Bisnis Indonesia Learning & Education Center (BILEC) dan mengangkat tema “Jurnalisme Konstruktif dan Investigatif dalam Tata Kelola Pertambangan Berkelanjutan”. Kegiatan tersebut diikuti jurnalis dari berbagai media lokal dan regional yang aktif meliput di wilayah Luwu Timur.
Yusri menambahkan, keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik dengan media merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam mendorong tata kelola pertambangan yang transparan dan berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur yang diwakili Camat Nuha Arief Fadillah Amier menegaskan bahwa aktivitas pertambangan di daerah harus berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat dan prinsip keberlanjutan. Ia juga menilai media memiliki peran penting dalam mengawal proses tersebut.
“Pemerintah daerah membutuhkan media yang independen dan berintegritas. Kritik yang berbasis fakta justru membantu memastikan kebijakan dan praktik di lapangan berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Arief menyampaikan pesan Bupati.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan media dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan terpercaya.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan, keselamatan kerja, dan dampak sosial pertambangan, jurnalisme konstruktif dan investigatif menjadi semakin relevan. Pendekatan ini mendorong jurnalis tidak hanya mengungkap masalah, tetapi juga menelusuri akar persoalan dan menghadirkan informasi secara adil dan proporsional.
Melalui kegiatan ini, jurnalisme di sektor pertambangan diharapkan dapat berperan sebagai pengawas publik sekaligus ruang dialog yang kredibel, guna mendorong perbaikan tata kelola pertambangan yang lebih berkelanjutan.











