Daftar Wilayah Berpotensi Panas saat Kemarau 2026 Menurut BMKG

Kemarau (ilustrasi).

WaraNews.id — Musim kemarau 2026 diperkirakan akan membawa suhu udara yang lebih hangat di sejumlah wilayah Indonesia. Meski demikian, tingkat panas tahun ini diprediksi tidak akan se-ekstrem seperti yang terjadi pada 2024.

Dalam laporan Climate Outlook 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu rata-rata tahunan di Indonesia berada pada kisaran 25 hingga 29 derajat Celsius. Kondisi tersebut menunjukkan sebagian besar wilayah tetap mengalami suhu yang relatif hangat sepanjang tahun.

Deputi Bidang Klimatologi Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, secara umum suhu udara di Indonesia pada 2026 masih berada dalam rentang normal yang pernah terjadi pada beberapa tahun terakhir, meskipun tetap menunjukkan kecenderungan lebih hangat dibandingkan rata-rata klimatologis.

“Sepanjang 2026, kami memprediksikan suhu di Indonesia berkisar antara 25–29 derajat Celsius untuk rata-rata tahunannya,” ujarnya dalam konferensi pers laporan iklim tahunan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Jika dibandingkan dengan rata-rata suhu periode 1991–2020, sebagian wilayah diperkirakan mengalami kenaikan suhu atau anomali sekitar 0,2 hingga 0,6 derajat Celsius. Artinya, suhu udara cenderung sedikit lebih hangat dari kondisi normal yang biasa terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

BMKG juga memetakan beberapa wilayah yang berpotensi mengalami suhu di atas 28 derajat Celsius sepanjang 2026. Wilayah tersebut meliputi sebagian wilayah Sumatra bagian selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, kawasan pesisir utara Pulau Jawa, serta sebagian wilayah Papua Selatan.

Sebaliknya, wilayah dataran tinggi diperkirakan memiliki suhu lebih rendah, yakni di bawah 25 derajat Celsius. Kawasan pegunungan seperti Bukit Barisan di Sumatra, Pegunungan Latimojong di Sulawesi, dan Pegunungan Jaya Wijaya di Papua menjadi daerah yang relatif lebih sejuk dibandingkan wilayah lainnya.

BMKG memprediksi periode terpanas sepanjang 2026 akan terjadi pada Agustus hingga September. Pada periode tersebut, suhu rata-rata bulanan diperkirakan berkisar antara 25,5 hingga 30 derajat Celsius. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh puncak musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya tutupan awan dan curah hujan.

Meski sejumlah wilayah diperkirakan mengalami suhu tinggi, BMKG menegaskan bahwa kondisi panas tahun ini tidak akan menyamai tahun 2024 yang tercatat sebagai salah satu periode panas ekstrem di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan fenomena La Nina yang masih berlangsung dan berperan menurunkan suhu permukaan bumi secara sementara.

Secara keseluruhan, anomali suhu udara permukaan pada 2026 diperkirakan berada pada kisaran minus 0,5 hingga plus 0,6 derajat Celsius dibandingkan rata-rata klimatologis. Wilayah dengan potensi anomali suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kalimantan Timur dan sebagian wilayah Jambi. Sementara anomali suhu terendah diperkirakan terjadi di wilayah dataran tinggi Jawa Tengah serta beberapa daerah di Nusa Tenggara.

Dengan prediksi suhu yang cenderung lebih hangat, masyarakat diimbau untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau, seperti menjaga kecukupan air, mengurangi aktivitas berisiko kebakaran lahan, serta memperhatikan kesehatan, terutama saat memasuki periode puncak panas pada pertengahan hingga akhir tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *