GOWA — Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menghadiri sekaligus mengikuti eksibisi menembak yang digelar Kepolisian Resor Kota (Polresta) Gowa di Lapangan Tembak Endra Dharmalaksana, Mako Polsek Parangloe, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana untuk mengasah keterampilan menembak dan memahami penggunaan senjata sesuai prosedur serta standar keamanan yang berlaku.
Darmawangsyah Muin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digagas Polresta Gowa tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan pengalaman dalam mengasah kemampuan menembak, tetapi juga memperkuat komunikasi dan silaturahmi antara unsur Forkopimda, aparat keamanan, serta berbagai elemen masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersyukur mendapat kesempatan bersilaturahmi dalam kegiatan latihan menembak sekaligus ada eksibisinya. Menariknya, setelah beberapa kali saya mengikuti latihan menembak, kali ini pertama kalinya saya mendapatkan sertifikat menembak,” ujar Darmawangsyah.
Ia menilai kegiatan latihan menembak juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap penguatan pertahanan dan keamanan, khususnya dalam meningkatkan pemahaman serta keterampilan sumber daya manusia dalam menggunakan persenjataan secara tepat dan bertanggung jawab.
“Ini juga bagian dari program Presiden kita tentang pertahanan dan keamanan. Kita penting untuk mengenal dan memahami persenjataan yang negara kita miliki, tentunya juga mengasah keterampilan kita dalam menembak serta memahami prosedur dalam penggunaannya,” jelasnya.
Selain aspek keterampilan, Darmawangsyah melihat potensi pengembangan olahraga menembak di Kabupaten Gowa. Menurutnya, keberadaan fasilitas latihan menembak yang semakin berkembang perlu dimanfaatkan tidak hanya untuk kegiatan institusi, tetapi juga sebagai ruang pembinaan atlet.
Ia menyebut saat ini Kabupaten Gowa telah memiliki dua lokasi latihan menembak yang dapat menjadi modal untuk memperkuat pembinaan olahraga menembak.
“Tempat latihan menembak di Gowa ini cukup mumpuni. Sekarang sudah ada dua tempat latihan. Ke depan tentu penting juga kita memperkuat tempat latihan bagi para atlet menembak dari Kabupaten Gowa,” katanya.
Sementara itu, Kapolresta Gowa Kombes Pol Dr. Muh. Yusuf Usman mengatakan, eksibisi menembak tersebut digelar sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keterampilan para peserta dalam menggunakan senjata.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada hasil atau kemampuan peserta dalam memperoleh nilai terbaik. Hal yang lebih penting adalah membangun mental, kedisiplinan, ketelitian, serta memahami prosedur keselamatan dalam penggunaan senjata.
“Ini bukan soal hasilnya, tetapi bagaimana kita bisa mengasah keterampilan dalam menembak. Selain itu, kegiatan ini juga kami apresiasi dengan memberikan sertifikat kepada para peserta,” ujarnya.
Yusuf Usman menjelaskan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai tata cara penggunaan senjata, standar operasional prosedur (SOP) dalam latihan menembak, hingga sistem pengamanan yang harus diterapkan selama menggunakan senjata.
Menurutnya, pemahaman terhadap prosedur dan aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan latihan menembak.
Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Meski dikemas secara sederhana, kegiatan itu dinilai mampu menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan menjaga hubungan baik antarelemen di Kabupaten Gowa.
“Saya berterima kasih kepada panitia yang telah mengonsep kegiatan sederhana ini sehingga silaturahmi kita bisa terjalin dengan baik dan tidak terputus. Hasil dari kegiatan ini bisa kita aplikasikan dalam menjaga Gowa tetap aman, tenteram dan sejahtera. Itu yang perlu kita jaga bersama,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kajari Gowa, Dandim Gowa, Ketua Pengadilan Gowa, jajaran PJU Polresta Gowa, Brigjen Pol Purn Dr. Adeni Muhan, Ketua Bawaslu Gowa, Ketua KPU Gowa, Pimpinan Perbakin Gowa, Ketua Askab PSSI Gowa, Kadispora Gowa, Wakil Bupati Gowa periode 2016-2025 Rauf Mallagani, serta tokoh masyarakat H. Abdul Kadir Dg Nyampa. *(FZ)*
Anggota DPRD Luwu Timur, Prima Eyza Purnama (dok pribadi)
Prima Eyza Dorong Pejuang Subuh Jadi Program Penguatan SDM Luwu Timur
MALILI — Pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu pekerjaan penting yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Bagi Anggota DPRD Luwu Timur, Hj. Prima Eyza Purnama, pembangunan generasi muda tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan sekolah dan fasilitas pendidikan, tetapi juga harus menyentuh pembentukan karakter sejak usia dini.
Pandangan itu disampaikan Prima Eyza saat memberikan apresiasi terhadap program Pejuang Subuh yang digagas Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Ia menilai program tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas keagamaan, tetapi juga memiliki dimensi pembangunan karakter yang dapat menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia daerah.
Menurut Prima Eyza, kebiasaan anak bangun sebelum fajar, bersiap dan berjalan menuju masjid dapat menjadi ruang pembelajaran yang menanamkan kedisiplinan, penghargaan terhadap waktu serta tanggung jawab.
“Nilai penting dari Pejuang Subuh bukan semata-mata hadirnya anak-anak di masjid saat Subuh, tetapi pada proses membangun kebiasaan baik—belajar disiplin, menghargai waktu, hingga menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah,” ujar Prima Eyza.
Sebagai praktisi pendidikan dasar, Prima Eyza berpandangan bahwa pembangunan manusia harus ditempatkan sejajar dengan pembangunan fisik dalam arah kebijakan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya terlihat dari bertambahnya jalan, gedung maupun fasilitas publik, tetapi juga dari kualitas generasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan pembangunan Luwu Timur.
“Pembangunan Luwu Timur tidak hanya tentang jalan dan gedung, tetapi juga mempersiapkan manusia unggul untuk masa depan,” katanya.
Dalam konteks itu, ia melihat masjid dapat menjadi salah satu ruang pendidikan karakter bagi anak. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat membantu membentuk anak yang memiliki disiplin, tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Namun, Prima Eyza mengingatkan agar kebijakan tersebut tetap memperhatikan kondisi riil masyarakat di setiap wilayah. Menurutnya, Luwu Timur memiliki kondisi geografis yang beragam sehingga pelaksanaan program tidak bisa diseragamkan tanpa mempertimbangkan jarak rumah ke masjid, kondisi jalan, ketersediaan sarana hingga situasi masing-masing keluarga.
“Program ini perlu dilaksanakan secara bijaksana dan adaptif. Jangan sampai tujuan membangun kebiasaan positif justru mengabaikan kondisi anak dan keluarga di masing-masing wilayah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya melihat program pemerintah dari sisi pemerataan dan efektivitas pelaksanaannya. Bagi Prima Eyza, program pembentukan karakter akan lebih bermakna apabila mampu menjangkau anak-anak di wilayah perkotaan hingga pelosok Luwu Timur dengan pendekatan yang sesuai kondisi masing-masing daerah.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk terus mengembangkan Pejuang Subuh dengan melibatkan keluarga, pengurus masjid, tokoh agama serta lingkungan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pendidikan karakter tidak berhenti pada kegiatan di waktu Subuh, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Prima Eyza berharap Pejuang Subuh dapat menjadi bagian dari kebijakan pembangunan manusia yang berkelanjutan. Dengan demikian, program tersebut tidak hanya mendorong anak-anak aktif ke masjid, tetapi juga membangun generasi yang disiplin, memiliki kepedulian sosial dan mampu mengambil peran dalam pembangunan Luwu Timur ke depan.
“Jika dari masjid anak-anak belajar disiplin dan kebaikan, di situlah Pejuang Subuh menemukan makna sesungguhnya,” ujarnya.











