News  

Drama Hingga Detik Terakhir, Benfica Singkirkan Real Madrid Lewat Gol Kiper

Gol Trubin menjadi penutup sempurna malam bersejarah di Lisbon.

WaraNews.id — Benfica menorehkan kemenangan epik atas Real Madrid dengan skor 4-2 dalam laga penuh drama di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (28 Januari 2026). Pertandingan yang berjalan di bawah tekanan tinggi ini memastikan Benfica lolos ke babak playoff, setelah duel menegangkan yang baru ditentukan pada detik-detik terakhir masa tambahan waktu.

Real Madrid sempat unggul lebih dulu pada menit ke-30 melalui Kylian Mbappe. Penyerang Prancis itu memanfaatkan ruang di sisi kiri pertahanan Benfica sebelum melepaskan tembakan akurat yang menaklukkan Anatoliy Trubin, membuat tim tamu memimpin dan meredam sorakan publik tuan rumah.

Respons Benfica datang cepat. Hanya enam menit berselang, Andreas Schjelderup menyamakan kedudukan pada menit ke-36 lewat sepakan terukur dari dalam kotak penalti, memanfaatkan pergerakan agresif lini kedua Benfica yang mulai menguasai tempo permainan.

Benfica kemudian berbalik unggul di penghujung babak pertama. Pada menit 45+5, wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran di kotak terlarang, dan Vangelis Pavlidis sukses mengeksekusi penalti dengan tenang, membawa Benfica unggul 2-1 saat turun minum.

Memasuki babak kedua, Benfica tampil semakin percaya diri. Tekanan tinggi yang dirancang pelatih Jose Mourinho kembali membuahkan hasil pada menit ke-54, ketika Schjelderup mencetak gol keduanya di laga ini, sekaligus mengubah skor menjadi 3-1 dan mengangkat atmosfer Estadio da Luz.

Real Madrid tak menyerah begitu saja. Intensitas serangan meningkat drastis di menit-menit akhir, hingga akhirnya bek muda Raul Asencio memperkecil ketertinggalan lewat gol pada menit 90+2, membuat skor berubah menjadi 3-2 dan laga kembali terbuka.

Situasi semakin panas memasuki masa tambahan waktu. Tekanan Real Madrid berujung pada kartu merah untuk Rodrygo, yang masuk sebagai pemain pengganti, setelah pelanggaran keras pada menit 90+7, membuat Los Blancos harus bermain dengan 10 orang di detik-detik krusial.

Drama puncak terjadi hanya semenit berselang. Saat Real Madrid mengirim seluruh pemain ke depan dan meninggalkan gawang tanpa penjagaan, Benfica memanfaatkan situasi bola mati dari wilayah sendiri.

Secara mengejutkan, Anatoliy Trubin maju hingga melewati garis tengah lapangan. Melihat posisi Thibaut Courtois jauh dari gawang, kiper asal Ukraina itu melepaskan tendangan jarak jauh yang meluncur mulus ke gawang kosong pada menit 90+8, memastikan kemenangan sensasional Benfica.

Gol Trubin menjadi penutup sempurna malam bersejarah di Lisbon. Selain mencetak gol langka bagi seorang penjaga gawang, ia juga tampil krusial sepanjang pertandingan dengan sejumlah penyelamatan penting saat Benfica berada di bawah tekanan.

Kemenangan ini tak lepas dari kecermatan taktik Jose Mourinho, yang berhasil mengatur ritme, membaca momentum, dan menjaga disiplin timnya dalam laga berintensitas tinggi. Benfica tampil efektif, terorganisir, dan mentalitasnya teruji hingga peluit akhir.

Susunan pemain mencerminkan duel berkualitas tinggi. Benfica tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang diisi Trubin; Samuel Dahl, Nicolas Otamendi, Tomas Araujo, Amar Dedic; Fredrik Aursnes, Leandro Barreiro; Andreas Schjelderup, Heorhii Sudakov, Gianluca Prestianni; Vangelis Pavlidis.

Sementara Real Madrid menurunkan 4-3-3 dengan Courtois; Federico Valverde, Dean Huijsen, Raul Asencio, Alvaro Carreras; Arda Guler, Aurelien Tchouameni, Jude Bellingham; Franco Mastantuono, Kylian Mbappe, Vinicius Junior.

Dengan hasil ini, Benfica menutup laga penuh tekanan tersebut sebagai pemenang, memastikan tiket playoff setelah pertandingan yang akan dikenang sebagai salah satu malam paling dramatis di Estadio da Luz.

Editor: Fritz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *