Tiga Terduga Pembakar Rumah di Tallo Ditangkap, Polisi Dalami Jejak Konflik Berdarah Sapiria-Borta

Perang Kelompok (Ilustrasi).

WaraNews.id — Upaya pengungkapan kasus pembakaran rumah dalam bentrokan antarpemuda Kampung Sapiria dan Kampung Borong Taipa (Borta), Kecamatan Tallo, mulai menemukan titik terang. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan di lapangan, polisi akhirnya menangkap tiga terduga pelaku yang diduga berada di balik aksi pembakaran tersebut.

“Pembakar rumah sudah kita amankan beberapa orang dan semuanya sudah kita identifikasi. Kami bekerja sama dengan Ditreskrimum Polda Sulsel. Tiga orang yang ditangkap berinisial K, R, dan I,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, Minggu (23/11).

Ketiganya kini menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik tengah menelusuri peran masing-masing, termasuk dugaan adanya pelaku lain yang turut terlibat. Polisi memastikan, bila hasil penyidikan mengarah pada keterlibatan langsung para terduga, mereka akan dikenai hukuman berat.

Bentrokan Sapiria–Borta pecah pada 18 November 2025 dan berakhir tragis. Sebanyak 13 rumah warga yang sebagian besar berbahan kayu dan semi permanen hangus dilalap api. Penelusuran di lokasi menunjukkan pola pembakaran yang diduga dilakukan secara sengaja di tengah kericuhan.

Konflik ini juga menelan dua korban jiwa akibat tembakan senapan angin. Korban pertama, C (37), tewas setelah proyektil menembus kepala. Insiden itu memicu eskalasi kekerasan, yang berbuntut pada pembakaran rumah warga setelah prosesi pemakaman korban di TPU Beroangin, Tallo.

Pelaku penembakan, berinisial CBT, berhasil diamankan polisi sehari setelah kejadian. Namun penyidik masih mendalami kronologi yang lebih detail, termasuk peran korban dan pelaku dalam rangkaian bentrokan tersebut.

“Untuk bagaimana posisi korban, peran pelaku, dan rangkaian lengkap bentrokannya masih terus kami gali,” kata Devi Sujana, yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung.

Investigasi juga mengungkap fakta baru terkait kepemilikan senjata. Senapan angin yang digunakan pelaku ternyata telah dibeli setahun sebelumnya. Catatan penyelidikan menunjukkan CBT beberapa kali membeli senjata serupa dari toko senapan angin, membuka dugaan lebih jauh mengenai akses senjata dan potensi penyalahgunaannya dalam konflik pemuda di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *