WaraNews.id — Aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan jenis “Omega” dengan peluru plastik dan jeli kian marak selama bulan Ramadan di Makassar. Fenomena ini menimbulkan keresahan karena dinilai berpotensi membahayakan warga dan mengganggu ketertiban umum.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa praktik tersebut tidak bisa dianggap sebagai permainan biasa. Ia meminta agar aktivitas itu segera ditertibkan dan tidak dibiarkan berlarut-larut.
“Ini tidak boleh dibiarkan. Permainan tembak-tembakan ini harus ditangani secara serius oleh semua pihak,” kata Munafri kepada wartawan di Balai Kota Makassar, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan pengawasan bersama yang melibatkan aparat kepolisian, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga peran RT/RW dan keluarga.
Belakangan, aksi tersebut banyak melibatkan anak-anak dan pelajar. Mereka kerap melakukan tembak-tembakan pada malam hari usai salat tarawih, bahkan di jalan raya dan sambil mengendarai sepeda motor.
Munafri menilai penggunaan senjata mainan dalam kondisi seperti itu sudah mengarah pada tindakan berlebihan dan berisiko tinggi. Selain membahayakan diri sendiri, aksi tersebut juga dapat melukai pengguna jalan lain.
“Kalau dilakukan sambil berkendara dan menembak dari atas motor, itu sangat berbahaya. Ini bukan lagi soal mainan,” tegasnya.
Ia menambahkan, meskipun peluru yang digunakan berbahan plastik atau jeli, potensi cedera dan konflik tetap ada. Jika dibiarkan, situasi ini dapat memicu keresahan dan mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan.
“Ini sudah menyangkut ketertiban umum. Kalau mengganggu dan membahayakan, tentu harus ada langkah tegas dari aparat keamanan,” ujar Munafri.
Pemerintah Kota Makassar, kata dia, berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan agar masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Munafri juga mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Makassar untuk membahas langkah penanganan di lapangan.
Selain penindakan, Munafri meminta peran aktif orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari.
“Pengawasan keluarga sangat penting. Jangan sampai anak-anak terlibat dalam aktivitas yang bisa mencelakakan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.











