WaraNews.id — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten yang digelar di Aula Sasana Praja, Jumat (13/3/2026). Forum ini menjadi ruang tarik-menarik berbagai kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, hingga perwakilan masyarakat.
Sekretaris Daerah Luwu Timur, Ramadhan Pirade, membuka kegiatan tersebut dengan menekankan pentingnya perencanaan yang tidak sekadar administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, mengingatkan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 harus terukur dan berdampak nyata. Ia menilai, perencanaan pembangunan kerap gagal karena tidak tepat sasaran atau tidak selaras dengan prioritas yang lebih luas.
“Perencanaan harus menjawab kebutuhan masyarakat dan selaras dengan arah pembangunan provinsi,” ujarnya.
Di tengah forum, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa percepatan pembangunan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci agar program yang dirancang tidak berhenti di atas kertas.
Sementara itu, Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, membawa sejumlah catatan yang mencerminkan kebutuhan riil masyarakat. Mulai dari infrastruktur dasar, penguatan UMKM, hingga peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan menjadi sorotan utama.
Selain itu, sektor pariwisata, program listrik desa, serta penguatan sarana keagamaan juga masuk dalam daftar prioritas. DPRD juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkala agar program yang direncanakan tidak berhenti sebagai dokumen semata.
Berbagai usulan yang muncul dalam forum tersebut menunjukkan bahwa tantangan pembangunan Luwu Timur masih cukup kompleks. Tidak hanya soal pemerataan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas layanan publik dan penguatan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Musrenbang ini kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk kesepakatan awal arah pembangunan. Namun, tantangan sebenarnya justru berada pada tahap implementasi, ketika rencana yang disusun harus benar-benar diwujudkan dalam program yang dirasakan langsung oleh masyarakat.











