KPU Luwu Timur Perkuat Koordinasi Antar Lembaga, Fokus Pemutakhiran Data Pemilih

KPU Luwu Timur.

WaraNews.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat koordinasi penguatan kelembagaan di Kantor KPU Luwu Timur, Jalan Soekarno Hatta, Puncak Indah, Rabu (11/3/2025).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Bawaslu Luwu Timur, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Kasi Intel Polres Luwu Timur, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Ketua KPU Luwu Timur, Irfan Lahabu, mengatakan koordinasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu. Ia menilai keberhasilan Pemilu dan Pilkada 2024 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Pemilu dan Pilkada kemarin bisa berjalan lancar karena dukungan semua stakeholder. Tanpa kerja sama tersebut, proses penyelenggaraan tidak akan berjalan dengan baik,” kata Irfan.

Dalam pertemuan itu, KPU juga memaparkan rencana kerja terkait pemutakhiran data pemilih yang kini tengah berjalan.

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Luwu Timur, Hamdan, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menjalankan program Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Data awal yang diterima dari KPU RI akan disusun kembali untuk memperbarui daftar pemilih di daerah.

Menurut Hamdan, data tersebut mencakup sejumlah kategori seperti pemilih pindah masuk, pindah keluar, pemilih baru, hingga data warga yang telah meninggal dunia.

“Kami juga akan melakukan coklit faktual dengan mendatangi langsung rumah pemilih untuk memastikan identitas kependudukan sesuai dengan data pemilih yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses verifikasi lapangan tersebut dilakukan untuk meningkatkan akurasi dan validitas data pemilih. Langkah ini juga menjadi upaya memastikan tidak ada data pemilih yang tidak memenuhi syarat tetap tercantum dalam daftar.

“Data pemilih yang tidak memenuhi syarat seperti meninggal dunia, pindah domisili, alih status menjadi TNI/Polri, atau data ganda akan ditindaklanjuti untuk dihapus,” jelas Hamdan.

Melalui pemutakhiran data yang berkelanjutan, KPU berharap daftar pemilih dapat semakin akurat sehingga hak pilih masyarakat tetap terjamin pada setiap tahapan pemilu mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *