Ketum PGIW Sulselra Pdt. Yohanis Metris: Merawat Persatuan Gereja, Menjawab Tantangan Zaman

Pdt Yohanis Metris (Dokumentasi pembinaan majelis gereja jemaat maranatha buntu sangalla)/ Sc: FB Julius Tammu Saranga.

WaraNews.id — Dengan semangat doa dan pengharapan akan tuntunan Tuhan, Pdt. Yohanis Metris, M.Th resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara (PGIW Sulselra) dalam Sidang Wilayah XIV PGIW. Sidang tersebut berlangsung di Hotel Myko pada 26–28 Februari 2026.

Terpilihnya Pdt. Yohanis Metris, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Umum PGIW Sulselra, dimaknai sebagai panggilan pelayanan untuk memperkokoh persekutuan gereja-gereja di Sulawesi Selatan dan Tenggara. Saat dihubungi, ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan, seraya menegaskan komitmennya melayani dengan kerendahan hati dan ketekunan iman.

Dalam masa pelayanan 2026–2031, Pdt. Yohanis Metris menekankan bahwa fokus utama PGIW Sulselra adalah membangun keesaan gerakan gereja, memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan lembaga mitra, menumbuhkan toleransi antarumat beragama, serta membina spiritualitas umat Kristiani agar tetap berakar kuat dalam iman dan kasih.

“Peningkatan spiritualitas umat menjadi bagian penting dalam membangun bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia mengaitkan arah pelayanan tersebut dengan tema PGI periode ini, “Hiduplah sebagai Terang yang Membawa Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan.” Tema ini menegaskan panggilan gereja untuk menjadi terang di tengah bangsa (bdk. Matius 5:14–16), memperjuangkan keadilan sosial, membangun perdamaian dalam kemajemukan, serta menjaga keutuhan ciptaan sebagai wujud tanggung jawab iman.

Pendeta Gereja Toraja ini juga menegaskan bahwa PGIW Sulselra akan mengambil peran aktif dalam merespons berbagai krisis yang dihadapi bangsa, mulai dari krisis ekologi, krisis keluarga, tantangan kebangsaan, hingga perubahan sosial di era digital yang menuntut kebijaksanaan dan keteguhan nilai Kristiani.

Selain dikenal sebagai pelayan gereja, Pdt. Metris juga aktif dalam dialog lintas iman sebagai pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Selatan (FKUB Sulsel).

Ia turut memberi perhatian pada pengembangan pelayanan melalui seni dan musik gerejawi, termasuk memberikan apresiasi atas terbentuknya Komunitas Musisi Gereja (KMG) di Makassar.

Lahir di Salubarani pada 24 Juni 1978, Pdt. Metris dikenal sebagai sosok pendeta yang menghidupi pelayanan secara kontekstual mengakar pada iman, terbuka terhadap dialog, serta peka terhadap dinamika sosial. Kepemimpinannya di PGIW Sulselra diharapkan menjadi berkat, menghadirkan gereja yang setia pada panggilan Kristus dan relevan bagi kehidupan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *