Kenali 4 Jenis Osteoporosis dan Cara Mencegahnya

osteoporosis.

WaraNews.id — Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang ditandai dengan menurunnya kepadatan tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Meski sering dianggap sebagai satu kondisi yang sama, osteoporosis sebenarnya terdiri dari beberapa jenis dengan penyebab dan karakteristik yang berbeda.

Memahami jenis-jenis osteoporosis penting agar masyarakat lebih waspada serta dapat melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat sejak dini.

Osteoporosis Pascamenopause
Osteoporosis pascamenopause termasuk osteoporosis primer yang terjadi akibat penurunan hormon estrogen pada wanita. Hormon ini berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang dengan membantu penyerapan kalsium.

Jenis osteoporosis ini umumnya muncul pada wanita usia 51 hingga 75 tahun, meski bisa terjadi lebih cepat atau lebih lambat tergantung kondisi tubuh masing-masing. Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama.

Menurut Theresia Rina Yunita, faktor ras juga dapat memengaruhi risiko osteoporosis. Wanita Asia dan kulit putih disebut lebih rentan mengalami pengeroposan tulang. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya konsumsi kalsium, termasuk karena banyak wanita Asia mengalami intoleransi laktosa sehingga menghindari produk susu.

Osteoporosis Senilis
Osteoporosis senilis berkaitan erat dengan proses penuaan. Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya kadar kalsium dalam tubuh atau ketidakseimbangan antara kerusakan dan pembentukan sel tulang baru.

Jenis ini umumnya dialami pria berusia di atas 70 tahun. Meski pria tetap memproduksi hormon testosteron hingga usia lanjut, risiko osteoporosis tetap meningkat jika kadar hormon tersebut rendah.

Beberapa faktor yang dapat menurunkan kadar testosteron antara lain penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan, serta gangguan kesehatan tertentu seperti hipogonadisme.

Osteoporosis Sekunder
Osteoporosis sekunder terjadi akibat kondisi medis tertentu atau penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang. Meski jumlah penderitanya relatif sedikit, jenis ini tetap perlu diwaspadai.

Beberapa penyakit yang dapat memicu osteoporosis sekunder meliputi hipertiroidisme, hiperparatiroidisme, Cushing’s disease, hipogonadisme, gangguan hati, dan gagal ginjal kronis. Informasi medis dari MSD Manual juga menyebutkan bahwa penggunaan obat seperti hormon tiroid, kortikosteroid, obat antikejang, progesteron, hingga obat kemoterapi tertentu dapat meningkatkan risiko pengeroposan tulang.

Selain itu, gaya hidup tidak sehat seperti kurang olahraga, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan asupan kafein tinggi juga menjadi faktor risiko.

Osteoporosis Juvenil Idiopatik
Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis yang jarang terjadi dan penyebab pastinya belum diketahui. Kondisi ini dapat dialami anak-anak hingga dewasa muda yang memiliki kadar hormon dan vitamin normal tanpa penyebab jelas dari kerapuhan tulang.

Meski langka, kondisi ini tetap membutuhkan perhatian khusus karena dapat memengaruhi pertumbuhan serta kualitas hidup penderita.

Pencegahan dan Kesadaran Dini
Mengetahui jenis-jenis osteoporosis membantu masyarakat lebih waspada terhadap kesehatan tulang. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, sehingga penting menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain mengonsumsi makanan tinggi kalsium, rutin berolahraga, menghindari merokok, serta membatasi konsumsi alkohol. Jika mengalami keluhan pada tulang atau risiko osteoporosis, segera konsultasikan dengan tenaga medis. (Sumber:Klikdokter.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *