WaraNews.id — Langkah Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menuju Ruang ICU Rumah Sakit Primaya Sorowako, Kecamatan Nuha, Jumat (27/3/2026), menjadi bukti kepedulian seorang kepala daerah terhadap warganya yang tengah berjuang melawan kondisi kritis.
Di ruang perawatan intensif itu, seorang bocah berusia enam tahun, Ashraf, masih menjalani perawatan setelah menjadi korban tenggelam di Danau Matano. Kehadiran Irwan bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk empati yang ingin ia tunjukkan langsung kepada keluarga korban.
Di hadapan keluarga, Irwan tampak menyempatkan diri memanjatkan doa agar kondisi Ashraf segera membaik. Ia berharap bocah tersebut dapat kembali sehat dan beraktivitas seperti sediakala.
“Semoga ananda Ashraf segera kembali sehat seperti sediakala. Kami semua mendoakan yang terbaik,” ujar Irwan dengan nada penuh harap.
Tidak hanya menyampaikan doa, Irwan juga memberikan penguatan kepada kedua orang tua Ashraf yang setia mendampingi anak mereka di ruang perawatan. Ia meminta keluarga tetap tabah dan tidak kehilangan harapan di tengah cobaan yang dihadapi.
“Untuk orang tua, tetap kuat dan sabar. Kami semua turut mendoakan serta mendukung kesembuhan ananda,” tambahnya.
Suasana haru terlihat dari raut wajah keluarga. Ibu Ashraf, Dewi, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah, terlebih dengan kehadiran langsung bupati di tengah kondisi yang sedang mereka hadapi.
Ia berharap doa dari banyak pihak dapat menjadi jalan bagi kesembuhan putranya.
“Semoga dengan doa banyak orang, anak saya bisa kembali sembuh. Doanya bisa diijabah oleh Allah SWT,” ungkap Dewi.
Kunjungan tersebut tidak berhenti pada satu pasien. Di rumah sakit yang sama, Irwan juga menyempatkan diri menjenguk Muhammad Usman, seorang warga yang tengah menjalani perawatan akibat kecelakaan. Kehadirannya di dua ruang perawatan berbeda menggambarkan perhatian yang tidak tebang pilih terhadap warganya yang membutuhkan dukungan moril.
Bagi sebagian keluarga pasien, kedatangan seorang kepala daerah ke ruang perawatan menjadi suntikan semangat tersendiri. Di tengah situasi sulit, perhatian seperti itu memberi harapan bahwa mereka tidak menghadapi cobaan sendirian.











