Gowa Gelar Musrenbang Tematik Kemiskinan dan Stunting

WaraNews.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kemiskinan dan Stunting di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (25/2).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan kemiskinan dan stunting merupakan persoalan strategis yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan pembangunan daerah. Menurutnya, kemiskinan tidak hanya terkait pendapatan, tetapi juga akses pangan bergizi, layanan kesehatan, pendidikan, dan hunian layak, sementara stunting berpengaruh pada perkembangan kognitif dan produktivitas jangka panjang.

Ia menyebutkan, jumlah Keluarga Miskin Ekstrem (KME) di Kabupaten Gowa tercatat 1.015 keluarga. Pemerintah daerah menargetkan penanganan terarah agar angka tersebut terus menurun seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat. Adapun prevalensi stunting di Gowa menunjukkan tren penurunan hingga 17 persen.

Meski demikian, Bupati menegaskan capaian tersebut belum cukup. Selama masih ada keluarga belum sejahtera dan anak berisiko stunting, perhatian dan keberpihakan pemerintah harus terus diperkuat.

Penanganan kemiskinan, lanjutnya, harus spesifik dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Intervensi perlu dipilah sesuai kondisi keluarga, mulai dari perbaikan rumah, peningkatan akses kesehatan dan pendidikan, perbaikan sanitasi, hingga penguatan ekonomi keluarga agar tepat sasaran.

Ia menambahkan, tujuan intervensi bukan menciptakan ketergantungan, melainkan mendorong kemandirian masyarakat agar mampu keluar dari kemiskinan dan tumbuh produktif.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan, menjelaskan Musrenbang Tematik ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gowa Tahun 2027. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi akar masalah berbasis data, menyelaraskan intervensi lintas perangkat daerah, serta menetapkan prioritas program yang terintegrasi dalam RKPD 2027.

Mengusung tema “Bebaskan Keluarga dari Kemiskinan, Selamatkan Generasi dari Stunting”, Musrenbang ini menegaskan komitmen daerah memperkuat konvergensi penurunan stunting, meningkatkan efektivitas perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi keluarga miskin, serta memastikan intervensi berbasis data by name by address.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Forkopimda, pimpinan SKPD, camat, kepala desa/lurah, kepala puskesmas, serta mitra pembangunan dan organisasi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *