WaraNews.id — Lapangan Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, terasa sedikit berbeda. Ribuan orang berkumpul bukan sekadar untuk apel rutin, melainkan untuk memulai sebuah gerakan besar bertajuk “Gowa Annangkasi”. Ini adalah langkah nyata Pemerintah Kabupaten Gowa untuk mengajak seluruh warganya kembali mencintai lingkungan melalui kerja bakti serentak, Jumat (13/2).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, tampak bersemangat memimpin gerakan ini. Baginya, kebersihan bukan hanya soal mengikuti arahan pusat, tapi soal komitmen untuk menciptakan lingkungan yang Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI).
“Kita ingin masyarakat terbiasa hidup bersih. Jika konsisten, Gowa bukan hanya akan jadi rumah yang nyaman bagi kita, tapi juga destinasi yang menarik bagi siapa pun yang berkunjung ke Sulawesi Selatan,” tutur Husniah.
Selama ini, Gowa memang sudah memiliki program “Rabu Sehat dan Bersih”. Namun, menyesuaikan dengan momentum serentak di Sulawesi Selatan, kali ini gerakan dipusatkan di hari Jumat. Bupati Husniah menegaskan bahwa yang terpenting bukan soal harinya, melainkan bagaimana kegiatan ini tidak berbenturan dengan agenda spiritual masyarakat seperti “Jumat Mengaji”, sehingga keseimbangan antara kebersihan fisik dan batin tetap terjaga.
Momentum ini dirasa sangat pas. Dengan mendatungnya musim hujan, pembersihan drainase menjadi prioritas untuk menghindari genangan air dan banjir. Tak hanya itu, suasana yang bersih tentu akan membuat ibadah di bulan suci Ramadan yang sebentar lagi tiba menjadi lebih khusyuk dan nyaman.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gowa, Azhari Azis, menjelaskan bahwa aksi ini tersebar merata di 18 kecamatan. Di jantung kota Somba Opu, titik-titik vital seperti Jalan Masjid Raya, Tumanurung, hingga Tun Abdul Razak menjadi fokus utama pembersihan jalan dan selokan.
Tak berhenti di podium, Bupati Husniah langsung turun ke jalan meninjau titik-titik pembersihan di sepanjang Jalan Sultan Hasanuddin. Menariknya, gerakan bersih-bersih ini juga dipadukan dengan Gerakan Pangan Murah. Jadi, sembari lingkungan dibersihkan, warga juga bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di pasar murah yang digelar pemerintah.
Hadirnya jajaran Forkopimda dan pimpinan daerah dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa urusan sampah dan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Gowa Annangkasi bukan sekadar program kerja, melainkan sebuah undangan bagi kita semua untuk pulang ke lingkungan yang lebih sehat.











