Bupati Gowa Raih Penghargaan Tokoh Peduli Desa, Komitmen Pembangunan Desa Jadi Sorotan

WaraNews.id — Upaya Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memperkuat pembangunan desa kembali mendapat pengakuan. Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menerima penghargaan dari APDESI Merah Putih sebagai Tokoh Peduli Desa, sebuah apresiasi atas konsistensinya mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, pada kegiatan Saba Desa APDESI Merah Putih se-Sulawesi di Gedung Serbaguna Kabupaten Maros, Selasa (2/12).

Bupati Talenrang menyebut penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat ekonomi desa. Salah satu fokusnya adalah pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kini sudah terbentuk dan berbadan hukum di 167 desa dan kelurahan di Gowa.

“Ini langkah konkret untuk memberdayakan ekonomi masyarakat. Alhamdulillah semua koperasi sudah berbadan hukum, bahkan salah satu KDMP kita pernah menjadi percontohan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, koperasi menjadi ruang gotong royong bagi masyarakat desa untuk membangun kemandirian ekonomi. Ia percaya kekuatan kolektif menjadi kunci agar gerakan ini terus tumbuh.

“Koperasi Merah Putih ini lahir dari semangat kebersamaan. Dengan kerja keras dan persatuan, koperasi bisa jadi penggerak utama ekonomi wilayah,” kata Bupati.

Di sisi lain, Menteri Desa Yandri Susanto mendorong kepala daerah untuk melibatkan desa secara aktif dalam pengembangan koperasi tersebut. Ia menilai keberhasilan KDMP sangat bergantung pada kekompakan berbagai unsur di tingkat lokal.

“Kita bukan superman, tapi supertim. Kalau semua bergerak bersama, tujuan menghadirkan pemerataan ekonomi melalui koperasi desa bisa lebih cepat tercapai,” ujarnya.

Menteri Yandri menggambarkan bahwa idealnya setiap desa memiliki pusat kegiatan ekonomi yang hidup, layaknya “mal kecil” yang dikelola oleh masyarakat sendiri. Karena itu, ia menekankan pentingnya komitmen seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, PKK, perangkat daerah, hingga masyarakat.

“Kita harus satu irama untuk kesejahteraan bersama. Jika desa kuat, ekonomi daerah ikut menguat,” tegasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *