WaraNews.id — Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melontarkan gurauan bernuansa politik saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur di Surabaya, Minggu (15/2). Dalam forum yang dihadiri ribuan kader itu, Bahlil secara terbuka mengajak Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, untuk bergabung dengan partai berlambang pohon beringin tersebut.
“Pak Wagub gimana, apa sudah mulai goyang? Saya lihat Pak Wagub mulai goyang. Kalau hatinya sudah mulai nyaman, ya tidak apa-apa juga,” ujar Bahlil, disambut gelak tawa dan tepuk tangan para kader yang memadati lokasi acara.
Emil yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Kehadirannya dalam forum internal Golkar tersebut menjadi sorotan, mengingat dinamika relasi antarpartai menjelang agenda politik mendatang.
Bagi Bahlil, gurauan tersebut bukan sekadar candaan. Ia menyisipkan pesan politik tentang pentingnya komunikasi dan keterbukaan antarpartai. Ia juga menegaskan hubungan baik Golkar dengan sejumlah partai lain seperti Partai NasDem, Partai Hanura, Partai Gerindra, dan Demokrat.
“Kalau ada kader yang ke partai lain, itu bukan pindah, hanya hijrah sementara. Kalau rindu pulang, silakan kembali. Kita satu rumah, beda kamar,” kata Bahlil, menggambarkan politik sebagai ruang dinamis yang tetap mengedepankan persaudaraan.
Dalam pidatonya, Bahlil juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota. Menurut dia, soliditas struktur menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika politik regional maupun nasional.
Pelantikan pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur yang digelar di Jatim Expo Surabaya itu dihadiri sekitar tiga ribu kader dari berbagai daerah. Sejumlah perwakilan pimpinan partai politik tingkat provinsi turut hadir, menunjukkan cairnya komunikasi politik di Jawa Timur.
Momentum tersebut dimanfaatkan Golkar untuk memperkuat mesin partai sekaligus menunjukkan kesiapan menghadapi agenda politik ke depan. Dengan konsolidasi yang terus digencarkan, Golkar berupaya menjaga posisi strategisnya di panggung politik Jawa Timur, salah satu provinsi dengan konstelasi politik paling dinamis di Indonesia.











