Awal Januari, Langit Dihiasi Hujan Meteor dan Fenomena Planet

WaraNews.id — Awal Januari 2026 menjadi momen istimewa bagi pecinta astronomi. Langit malam akan dihiasi hujan meteor Quadrantid, salah satu hujan meteor tahunan terbaik yang dikenal mampu menghasilkan hingga 40 meteor per jam pada puncaknya.

Nama Quadrantid sendiri berasal dari tradisi penduduk asli Amerika yang kerap mendengar lolongan serigala di sekitar permukiman mereka saat musim dingin. Fenomena ini aktif sejak 28 Desember hingga 12 Januari, dengan puncak hujan meteor diprediksi terjadi pada malam 3 Januari hingga dini hari 4 Januari.

Hujan meteor Quadrantid berasal dari partikel debu yang ditinggalkan oleh komet punah bernama 2003 EH1. Meski durasi puncaknya relatif singkat, meteor Quadrantid dikenal sering menghasilkan kilatan cahaya terang dan jalur yang jelas di langit, sehingga menarik untuk diamati.

Fenomena ini juga kerap disebut sebagai hujan meteor Bootids karena titik kemunculannya tampak dari arah rasi bintang Bootes. Kondisi langit yang gelap tanpa polusi cahaya menjadi faktor penting untuk menikmati pertunjukan alam ini secara maksimal.

Selain hujan meteor, pada 3 Januari Bumi juga akan berada pada titik terdekatnya dengan Matahari, yang dikenal sebagai perihelion. Pada saat ini, jarak Bumi dengan Matahari mencapai sekitar 147 juta kilometer. Meski terdengar ekstrem, para ilmuwan menegaskan bahwa jarak ini tidak memengaruhi suhu Bumi, yang lebih ditentukan oleh kemiringan poros planet.

Sepanjang Januari 2026, sejumlah fenomena menarik lainnya juga akan menghiasi langit. Pada 14 Januari, Bulan dan Mars akan tampak berdekatan dalam fenomena konjungsi, diikuti peristiwa serupa antara Bulan dan Venus pada 16 Januari. Saat itu, Venus akan terlihat sangat terang sebagai “bintang fajar” di dekat sabit Bulan.

Sementara itu, fase Bulan Baru akan terjadi pada 18 Januari. Pada fase ini, Bulan tidak tampak di langit malam, menjadikannya waktu terbaik untuk mengamati objek langit redup seperti galaksi dan gugus bintang tanpa gangguan cahaya Bulan.

Dengan rangkaian fenomena ini, Januari 2026 menjadi bulan yang tepat bagi masyarakat untuk kembali menengadah ke langit dan menikmati keindahan alam semesta yang jarang terjadi.

Editor: Fritz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *