Mahasiswa KKN-T Unhas Edukasi Teknik Perkapalan Sejak Dini di Desa Buae

Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melakukan Permainan membuat kapal di akhir sesi sosialisasi yang berlangsung di SDN 2 Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (24/1/2026).

WaraNews.id — Upaya mencetak calon teknokrat masa depan sejak usia dini dilakukan oleh Muhammad Fadhl Lukman, mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan Universitas Hasanuddin (Unhas), melalui kegiatan edukasi teknik kepada siswa sekolah dasar di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja individu Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Unhas bertajuk “Engineer Masa Depan: Merakit Karya, Mengawal Cita-cita”. Program ini dilaksanakan secara berkelanjutan di sejumlah sekolah dasar di Desa Buae sejak Selasa (20/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Rangkaian kegiatan diawali di SDN 2 Arawa dengan menyasar siswa kelas 5 pada Selasa (20/1/2026), kemudian dilanjutkan kepada siswa kelas 6 di sekolah yang sama pada Rabu (21/1/2026). Pada Kamis (22/1/2026), Fadhl melanjutkan edukasi ke kelas 5 SDN 9 Arawa dan kelas 4 SDN 2 Arawa. Program edukasi tersebut ditutup pada Sabtu (24/1/2026) bersama siswa kelas 5 SDN 10 Arawa.

Dalam setiap sesi, Fadhl memperkenalkan dunia kemaritiman secara interaktif melalui materi pengenalan berbagai jenis kapal yang dikemas dengan pendekatan edukatif bertajuk “Geng Laut”. Para siswa diperkenalkan pada beragam moda transportasi laut, mulai dari kapal penumpang, kapal feri, kapal kargo, hingga kapal perang.

Sebagai mahasiswa Teknik Perkapalan, Fadhl juga menjelaskan peran strategis sektor maritim bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, khususnya fungsi kapal sebagai sarana utama konektivitas antarwilayah dalam mendukung mobilitas manusia dan distribusi logistik.

Selain penyampaian materi, kegiatan “Merakit Karya” diimplementasikan melalui praktik sederhana pembuatan model kapal menggunakan kertas origami. Metode ini digunakan untuk membantu siswa memahami prinsip dasar rancang bangun kapal secara visual, sekaligus melatih kemampuan berpikir sistematis dan pemecahan masalah sejak dini.

Pada akhir setiap pertemuan, Fadhl memberikan motivasi bertajuk “Mengawal Cita-cita” kepada para siswa. Ia menekankan bahwa profesi insinyur perkapalan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa maritim dan mendorong siswa untuk berani bermimpi besar, tanpa terhalang latar belakang wilayah tempat tinggal.

Melalui program edukasi ini, diharapkan semangat inovasi dan ketertarikan terhadap dunia teknik telah tumbuh di kalangan siswa sekolah dasar di Desa Buae. Fadhl berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal lahirnya generasi insinyur muda dari Sidrap yang siap berkontribusi bagi kemajuan teknologi perkapalan Indonesia di masa depan.

(Karya: Muhammad Fadhl Lukman, Mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan Universitas Hasanuddin (Unhas). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *