WaraNews.id — Pemerintah Kabupaten Gowa bersama BPKP Perwakilan Sulawesi Selatan mulai menggeser fokus pengelolaan Dana Desa. Jika sebelumnya penilaian banyak bertumpu pada besarnya anggaran terserap, kini arah evaluasi diarahkan pada sejauh mana dana tersebut memberi dampak nyata bagi masyarakat desa.
Perubahan pendekatan ini dibahas dalam Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa 2025 yang berlangsung di Baruga Karaeng Galesong, Kamis (6/11).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan bahwa efektivitas pembangunan desa tidak cukup diukur dari laporan administrasi. Menurutnya, ukuran keberhasilan harus dilihat dari manfaat langsung yang dirasakan warga.
“Yang penting bukan hanya proyek selesai, tetapi apakah pendapatan naik, irigasi berfungsi, atau jalan benar-benar membuka akses usaha,” ujarnya.
Tahun 2025, Pemkab Gowa mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp121,27 miliar dengan realisasi sekitar 75 persen. Namun, Talenrang menekankan bahwa angka itu harus selaras dengan kondisi di lapangan. Berdasarkan evaluasi terakhir, 76 desa di Gowa berstatus mandiri dan 42 desa berstatus maju. Tidak ada desa yang masuk kategori tertinggal. Seluruh 121 BUMDes pun tercatat aktif bergerak di sektor ekonomi lokal.
Data ini, menurutnya, menunjukkan desa di Gowa mulai memperkuat fondasi kemandiriannya.
Ia juga menyebut Pemkab Gowa mendorong pembangunan berbasis hasil atau result-based development. Setiap kepala desa diminta meningkatkan kemampuan merencanakan dan melaporkan program secara lebih transparan dan berbasis kinerja.
“Setiap rupiah harus memberi manfaat bagi warga desa, bukan hanya menjadi proyek jangka pendek,” tegasnya.
Koordinator Pengawasan Akuntabilitas Keuangan Daerah BPKP Sulsel, Indra Kurniawan, mengatakan bahwa pengawasan Dana Desa tidak boleh berhenti pada soal kepatuhan. Ia berharap pengelolaan dana benar-benar menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
“Dana Desa harus terasa dampaknya di lapangan,” ujarnya.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber dan diikuti perangkat desa, camat, serta pimpinan SKPD Kabupaten Gowa.











