WaraNews.id — Pemerintah Kabupaten Gowa terus membenahi kualitas data kesejahteraan sosial dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Verifikasi dan Validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pelatihan ini diikuti operator dan pengelola data Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dari desa dan kelurahan, berlangsung di Hotel Grand Imawan Makassar, Rabu (5/11).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan pentingnya keakuratan data sosial. Ia menilai masih banyak persoalan muncul lantaran data tidak mutakhir.
“Tidak boleh lagi ada kesalahan data. Dampaknya bisa besar ke masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga menyebut angka kemiskinan Gowa pada 2024 turun menjadi 7,84 persen. Menurutnya, kualitas data berpengaruh langsung pada efektivitas program penanggulangan kemiskinan.
“Dari data yang benar lahir kebijakan yang tepat—baik untuk PKH, BPNT, BLT, hingga jaminan kesehatan,” katanya.
Ia meminta para operator desa dan kelurahan lebih teliti dan memahami peran penting mereka sebagai pengumpul data langsung di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gowa, Firdaus, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting karena adanya mekanisme baru terkait penentuan desil dalam sistem SIKS-NG yang kini terhubung dengan DTSEN.
Menurutnya, hasil evaluasi tahun 2024 menunjukkan sejumlah desa masih mengalami pergantian operator, sehingga pelatihan diperlukan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan data sosial.
Dengan perubahan regulasi melalui Inpres Nomor 4 dan 8 Tahun 2025, katanya, operator harus memahami cara kerja sistem yang baru agar data yang masuk valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bimtek ini diikuti 69 operator dari sembilan kecamatan dataran tinggi dan dihadiri sejumlah pimpinan OPD Kabupaten Gowa.











