The Brothers Makassar Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera dan Aceh

WaraNews.id — Aksi solidaritas kembali ditunjukkan Brothers Football Club Makassar. Di tengah duka mendalam akibat banjir besar yang melanda Padang, Sibolga, Tapanuli Tengah, hingga Lhokseumawe, klub komunitas sepak bola ini kembali bergerak cepat mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Bantuan dikirim melalui jasa pengiriman JNE, berisi 9 dus pakaian dan celana jersey The Brothers edisi 2019–2024 sebanyak 250 pasang, serta 3 kardus makanan siap saji, beras, dan 45 dus mi instan. Meski tidak besar, bantuan itu dikumpulkan dari ketulusan para anggota dan keluarga besar The Brothers yang ingin meringankan beban sesama.

Mustakim Irwan, perwakilan Brothers Football Club Makassar, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota dan donatur yang tergerak membantu. Ia menyebut bahwa setiap keping donasi adalah bentuk kepedulian yang lahir dari hati.

“Saya berterima kasih kepada keluarga besar The Brothers yang telah menyumbangkan apa yang bermanfaat bagi korban bencana alam di Sumatera dan Aceh. Semoga donasi ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana. Kita saling menguatkan dan saling mendoakan, semoga aksi kecil ini bisa menginspirasi orang lain,” ujar Mustakim, Sabtu (7/12).

Bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi ini dipicu hujan lebat yang mengguyur secara terus-menerus sejak 24 November 2025, dengan puncaknya pada 25 November. Air bah dan material longsor menerjang permukiman, merusak rumah warga, jembatan, hingga memutus akses antarwilayah.

Hingga berita ini diturunkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban. Per Minggu pagi (7/12/2025) pukul 09.20 WITA, 916 orang dilaporkan meninggal dunia dan 274 lainnya masih hilang, sementara 4.200 warga mengalami luka-luka.

Meski situasi masih penuh keprihatinan, aksi-aksi kemanusiaan seperti yang dilakukan The Brothers menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, rasa kepedulian selalu menemukan jalannya. Solidaritas itulah yang kini menjadi kekuatan bagi para penyintas untuk bangkit kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *